Selasa, 28 Desember 2010

SUMBER DAYA MANUSIA

Penghujung 2010...
itu artinya bentar lagi tahun 2011...
110511 itu... *g perlu dibahas deh... haha.. yang jelas itu adalah angka cantik.. :P

Oke, menjelang datangnya tahun 2011.. saya akan berbagi sedikit pengetahuan dengan teman-teman sekalian sesama spesies “homo sapiens” a.k.a “manusia”...
bagi yang merasa sebagai manusia, tak ada salahnya menyimak barang sebentar..  :D

Teman manusiaku,
pernahkah Anda mendengar ungkapan bahwa “tak ada manusia yang terlahir sempurna”?
setujukah  Anda dengan ungkapan itu? *simpan jawaban Anda dalam hati..

Pada November 2010 yang lalu, saya mengikuti sebuah training Neuro – Lingustic Programming (NLP) di Jakarta bersama teman-teman sesama praktisi NLP. Training kali ini berbeda dengan training-training yang pernah saya ikuti sebelumnya. Dalam training tersebut saya mendapatkan pembelajaran yang sangat berharga. Salah satunya adalah tentang SUMBER DAYA MANUSIA.

Pada awal pembahasan mengenai Sumber Daya Manusia, sang trainer yang lebih suka menyebut dirinya sebagai presenter, memberikan  sejumlah pertanyaan kepada para peserta.
Pertanyaan pertama,  “Apa saja Sumber Daya Alam itu?”
Para peserta pun bersahutan menjawab, “air... tanah... batu... emas... perak... minyak... hewan... tumbuhan... dan masih banyak lagi..”
Pertanyaan kedua, “Apa saja Sumber Daya Hewani itu?
Peserta kembali menyahut dengan jawaban-jawaban, “ daging, telur, susu, kulit, tenaga......dll.”
Pertanyaan ketiga, “ Apa saja Sumber Daya Nabati itu?
Setali tiga uang dengan sebelumnya, jawaban melucur cepat, “daun, bunga, buah, kayu.... bla..bla...bla...bla..”
*dalam hati saya, “Ngapain seh, kaya gini koq ditanyain? kaya anak SD aja...  (=_=”) ”

Dan kemudian tibalah pada pertanyaan, “Apa saja Sumber Daya Manusia itu?”
tak seperti pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, kali ini para peserta terdiam untuk berpikir sejenak lalu menjawab, “tenaga, otak,........<hening>..........”
*saya sempat kepikiran “tampang cakep”, “bodi asoy”... hehehe.. benar-benar sesat... mohon jangan ditiru

Sang presenter kemudian mengacungkan sebuah spidol warna biru dengan tangan kanannya dan bertanya,
“Anda tahu apa ini?”
Para peserta mengangguk dan menjawab, “spidol”
*dalam hati saya lagi, “pertanyaan macam apa lagi nih?”

Sang presenter kemudian memindahkan spidol ke tangan kirinya, menyembunyikan di balik punggung dan kembali mengacungkan tangan kanannya seolah-olah masih memegang spidol seraya berkata,
            “Dapatkah Anda membayangkan spidol biru tadi?”
Peserta mengangguk...
           
“Sekarang, dapatkah Anda mengubah warnanya menjadi merah?”
Peserta mengangguk lagi....
           
“Oke, sekarang dapatkah Anda membayangkan spidol ini menjadi 10 X lebih besar?”
lagi-lagi peserta mengangguk...
           
“Sekarang dapatkah Anda membayangkan bentuk spidol yang belum pernah ada di pasaran... terserah Anda ingin mengubahnya menjadi bentuk apapun yang Anda inginkan... bagaimana?”
bola mata peserta bergerak-gerak ke atas.. ke kiri.. lalu ke kanan... dan kemudian peserta memberikan anggukan kepala...
*waktu itu saya membayangkan spidol dengan bentuk ular, meliuk-liuk indah, berdarah-darah dan mungkin menjijikkan bagi sebagian orang.. hehehe...

              “Andai saja ada Investor kaya raya mau membayar Anda untuk membuat spidol hasil imajinasi Anda tadi, maukah Anda mewujudkannya?”
Semua peserta terdiam... begitu pula saya...
Seketika itu saya menyadari akan sesuatu yang selama ini tak pernah saya hiraukan...

Sang presenter menuliskan serangkaian huruf pada flip chart, “ Visual Auditori Kinestetik Olfactory Gustatory”, dan kembali melanjutkan presentasinya.
           
“Anda tentu tahu apa itu VAKOG. Sudahkah Anda menggunakan kemampuan panca indera Anda secara optimal? Berapa persen yang sudah Anda gunakan?
Sebagian menjawab 10%...
*saya bekata dalam hati lagi, “keliatannya gue ga nyampe 10% deh.. itupun kebanyakan kepake buat kerjaan yang ga jelas... “ hedeeeeh...entah mengapa saya mulai sakit hati dengan diri sendiri...

Baiklah teman manusiaku sekalian, kira kira apa jadinya ya jika seseorang mengoptimalkan kemampuan panca inderanya?
Mari kita lihat contoh di kehidupan sehari-hari...

VISUAL – Coba perhatikan para fotografer dan desainer terkenal. Dengan mengandalkan kemampuan visual (indera penglihatan) mereka mampu menciptakan karya-karya yang bernilai tinggi. Seberapa jauh Anda telah menggali kemampuan visual Anda?

AUDITORI – Seorang musisi seperti Ahmad Dhani misalnya, mampu menjadi milyarder lewat lagu-lagu ciptaannya hanya dengan mengoptimalkan kemampuan auditori (indera pendengaran). Bagaimana dengan Anda?

KINESTETIK – Seorang Lionel Messi dengan kemampuan kinestetiknya yang diasah sedemikian rupa, mampu menjadikannya seorang pemain sepak bola profesional dengan bayaran yang sangat tinggi. Atau seorang Valentino Rossi yang mampu menjadi  juara dunia Moto GP delapan kali.  Lihatlah betapa hebatnya mereka! Tidakkah Anda ingin seperti mereka?

OLFACTORY – Apa kira-kira yang dapat dimanfaatkan dari menggali olfactory (indera penciuman) kita? Tahukah Anda berapa bayaran yang didapat oleh seorang “grader” yang menilai kualitas tembakau dengan indera penciumannya? Seorang Haryo Dewandono yang menjadi grader Bentoel mampu memperoleh 1,5 miliar dari sekali pembelian tembakau senilai 30 miliar dengan mengandalkan kemampuannya itu.

GUSTATORY – Anda kenal Pak Bondan “Mak Nyusss”? Hmmm betapa senangnya kalau jadi Pak Bondan. Jalan-jalan , sambil menikmati kuliner, dan dibayarin pula... hehehe... Itu salah satu contoh pemberdayaan kemampuan gustatory (indera pengecapan).

Mengoptimalkan kemampuan salah satu indera saja sudah sedemikian hebatnya... apalagi kalau kelima-limanya dioptimalkan...???

So, teman-teman manusiaku...
hendaknya kita bersyukur pada Tuhan atas VAKOG yang Ia anugerahkan kepada kita secara GRATIS dan siap pakai...
Coba bayangkan seandainya manusia tak dianugerahi VAKOG, manusia hanyalah sebuah onggokan daging dan tulang...
           
“nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?”

Untuk hal yang satu ini, saya tidak bermaksud mengajari...
Sang presenter yang sekaigus saya anggap sebagai trainer saya berkata,
            “jangan mengajari ikan untuk berenang”
            “jangan mengajari burung untuk terbang”
Mengapa demikian? Ya karena ketika ikan muncul ke dunia ini memang sudah dianugerahi kemampuan berenang, begitu pula burung yang ketika lahir ke dunia, ia telah dianugerahi kemampuan untuk terbang dan pada waktunya ia akan mampu terbang tanpa perlu diajari.

Lalu, bagaimana dengan manusia?
Sama saja alias setali tiga uang...
Manusia tak perlu diajari untuk sukses karena sumber daya untuk sukses sudah ada dalam diri manusia.
Jadi, seharusnya tak ada lagi alasan untuk tetap merasa dalam ketidakberdayaan... dan jangan salahkan Tuhan kalau tak mampu mencapai sesuatu yang diinginkan...
Manfaatkanlah apa yang ada pada diri Anda.
Sadarilah bahwa Anda begitu istimewa karena Dia menciptakan Anda dengan begitu sempurna.

Teman manusiaku sekalian,
semoga sedikit yang saya sharing-kan ini dapat bermanfaat...
mari kita bersama berusaha menjadi apa adanya diri kita – “ciptaan Tuhan yang paling sempurna”...

Salam Perubahan  (^_^)

Sabtu, 18 Desember 2010

UNTUNG JADI MANUSIA - Komentar Gue tentang "SETAN MENGGUGAT!!"

18 Desember 2010
SETAN MENGGUGAT!!... yah begitulah judulnya... salah satu artikel di dalam  sebuah novel grafis <semacam komik gitu>  karangan Aji Prasetyo yang berjudul “Hidup Itu Indah”...
Di situ diceritakan kalo pada suatu hari Si Setan hendak gantung diri... Sebelum manjalankan aksi gantung dirinya, Mas Aji <yang ngarang komik> buru-buru mencegahnya... Mas Aji bilang ma Setan supaya jangan bunuh diri karena kalo bunuh diri ntar bakalan dilaknat Tuhan & jiwanya ga’ bakalan diterima.... dan Setan pun menjawab, “lah bukannya dari dulu sudah begitu”...
Wkwkwkwkwk.... emang bener-bener konyol * batin gue waktu awal ngebacanya... tapi dari situ gue jadi penasaran banget... apa di balik gerangan yang membuat si Setan mau bunuh diri??? <koq segitu desperate-nya??>

Ternyata eh ternyata walaupun dikemas dalam gambar & percakapan yang gokil mampus, tapi isinya daleeeem banget <bikingueketawangakakmpesakitperutsekaligusbikinguemerasatertamparrr>
Inti  ceritanya, si Setan putus asa gara-gara mengalami krisis eksistensi dan merasa ngga diperlakukan adil sama Tuhan... akhirnya Setan pun memutuskan untuk mengakhiri karier & kehidupannya...kira-kira begini nih pemikiran si Setan..
#1 Krisis eksistensi>> gara-gara manusia mampu berlaku SETANI tanpa perlu diajari Setan... (cari aja contohnya sendiri,,, banyak koq..bukamatabukatelinga...lihatlah sekelilingmu atau dirimu sendiri..)
 #2 merasa ga dapet keadilan>> Setan ingin menggugat Tuhan karena dia ngerasa Tuhan pilih kasih... ketika Setan menolak perintah Tuhan untuk bersujud di depan Adam, Setan dilaknat Tuhan selama-lamanya...Setan hanya sekali mambangkang tapi  ga ada ampun buat Setan... sedangkan manusia, berkali-kali mambangkang tetep aja dapet kesempatan tobat... bahkan tetep aja disebut sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna... nah kalo Setan... ya tau sendirilah... hahahahaha... <logis juga pemikiran si Setan *batin gue...adakah Setan punya logika??? ..halah..>

Haduuuh... gue turut berbelasungkawa deh buat si Setan... hehehehe..
kalo soal laknat melaknat, kutuk mengutuk <kaya’ nama ikan ya..>... itu bukan tupoksi manusia lah... itu mah wewenang Tuhan...
yang mau gue garisbawahin tentang isi cerita  “SETAN MENGGUGAT” adalah.... <mohon untuk tidak mencari di mana keberadaan garis bawahnya karena ini hanya kiasan> kita.. eh.. gue aja lah... <ga usah pake atas nama kita... ini kan pendapat gue sendiri..,>
mmmm... Gue yang kata ilmu biologi dikategorikan sebagai manusia, kadang-kadang bahkan sering banget ga mau tanggung jawab atas apa yang gue perbuat... sukanya cari-cari kambing hitam mulu... <bagi yang ngga tau makna kambing hitam, cari sendiri ya apa maknanya... jangan males gitu... :p>
kalo abiz berbuat maksiat nih ye, sukanya bikin alesan lagi khilaf... terkena godaan Setan lah <nah lo, apes banget yak nasib Setan>...dan masih 1001 macam alesan lainnya... belum lagi kalo perbuatan yang sama terulang lagi,, biasanya langsung pake aksioma bahwa Tuhan itu Maha Mengampuni... berkali-kali minta ampun, berkali-kali pula menjerumuskan diri dalam  kebodohan yang sama...dan dengan pede-nya merasa bahwa Tuhan telah mengampuni.. <emang siape elu koq ngatur-ngatur Tuhan??>
Trus ya, kalo lagi ditimpa kesialan ato lagi sakit ati,,. sedapet mungkin nyari kambing hitam buat dijadiin tersangka... parahnya ni ye, kalo udah mengeluh ama Tuhan & ngerasa jadi korban atas takdir Tuhan... <ckckckck... mpe Tuhan ikut-ikutan disalahin... kata bang haji itu “TERLAALUU”>
Dan ketika kesenangan menghampiri diri... lupa deh berterima kasih ma Tuhan ...merasa bangga ma diri sendiri...  hmmmm...diriku oh diriku...
Untung gue jadi manusia...

“Hoooi!!!! cepetan sadar diri dooonk!!!! kapan elu mau TANGGUNG JAWAAAAB??”  *suara hati nurani mungkin... dari dulu pura-pura ngga denger
hehehehe...
So, sobat pembaca... isi cerita “SETAN MENGGUGAT” ngingetin gue untuk MAU mengambil TANGGUNG JAWAB atas KEHIDUPAN gue SENDIRI...
baik –buruk, mujur-sial, senang-sedih, apapun itu... semua bergantung pada pilihan dan keputusan masing-masing pribadi...
Jikalau suatu saat gue merasa sakit hati karena perkataan orang lain, itu bukanlah karena kesalahan orang itu melainkan karena keputusan gue untuk meresponnya dengan hati yang sakit...

Okeeey,,, marilah kita saling mengingatkan untuk tidak melakukan aksi “LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN”.. cukuplah sudah membohongi diri sendiri.. nasib gue ya tanggung jawab gue... nasib elu ya tanggung jawab elu... kita antarsesama manusia hanya berhak untuk saling menasehati kepada kebaikan... perkara yang dinasehati berubah atau ngga, itu bukan tanggung jawab yang menasehati..Tuhan tak akan mengubah nasib suatu kaum melainkan kaum itu sendiri yang mengubahnya... sakkarepmu lah... hahaha... untukmu agamamu.. untukku agamaku..
Gue cuman nyampein aja lho ya,,, bukan bermaksud untuk mengajari... lha wong gue sendiri aja juga masih dalam tahap BELAJAR BERTANGGUNG JAWAB... hehehe.. mari kita belajar bersamaaaa....

Special to Setan,
kata Tuhanku elu adalah musuh yang nyata bagi manusia..
berhubung gue masih merasa menjadi manusia, jadi kita tetep musuhan ya...
Jikalau gue lebih setani dari elu, itu karena daya & upaya gue sendiri... elu ga perlu cengar-cengir berbangga hati gitu,...
& Jikalau gue jadi lebih blink-blink dari malaikat,, itu karena Tuhan gue baek banget ma gue... elu ga usah ngiri & kecewa gitu ye.. kalo mo bunuh diri ya terserah elu lah.. sama aja buat elu...hahahahaha,....

Finally, to Alloh Tuhanku..
 aku berlindung padaMu dari godaan setan yang terkutuk..
Amiiin...

*bagi yang tidak berkenan dengan tulisan gue, ya terserah lah.. itu keputusan Anda.. Semoga tulisan ini  dapat bermanfaat...
Salam Perubahan (^_^)

Rabu, 15 Desember 2010

AKU & GUE- Sebuah Perbincangan Konyol

dengan menyebut nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

hmmm..... ???????$^^&%$$$%^%&^&&#...
sudah hampir satu jam gue ngidupin laptop kesayangan gue “si Pinky cazzanova”, gue masih aja bengong di depan si Pinky. Gue bingung mau bikin artikel tentang NLP yg kaya gimana. Makin dipikir koq rasa-rasanya makin bingung & makin berat aja. Kenapa sih setiap mo bikin tulisan ato karangan koq susah banget yah... dari semenjak jaman SD nilai ngarang gue pas-pasan banget. Apa sih yang salah ma gue? Perasaan... IQ gue juga ngga jongkok,, tapi koq susah banget dapet inspirasinya.... ????? Aaaaaarrrrghhh!!!!!

<beberapa menit kemudian.....>

*ting*
Hahaha... ternyata dari tadi gue ngga “mikir”, tapi “ngerasain”. Emang sih sepintas keliatan pake “PIKIRAN”... tapi sebenernya yang barusan tadi adalah “PERASAAN” yang di”PIKIR”kan... ya pantes aja lah kagak dapet inspirasi. Dari tadi gue mikirin “SUSAHNYA BIKIN TULISAN” bukan “MAU BIKIN TULISAN SEPERTI APA” 

Okelah kalo beggittoh...mari mulai berpikir....
AKU     : sekarang “MAU BIKIN TULISAN SEPERTI APA???” <nanya ke diri sendiri>
GUE     : mmmm.... gue mau bikin tulisan tentang NLP dengan gaya gue sendiri. Pilihan temanya ada dua “menyatukan PIKIRAN dan PERASAAN” atau “KRISIS<KRITIS<KREATIF”.
AKU     : Baiklaah, kalo begitu mau pilih salah satu ato mau dua-duanya ato ga milih dua-duanya???
GUE     : gue sih pengen dua-duanya... hahahaha...dasar emang banyak maunya...
AKU     : yaaah, cuman dua biji ini,cincai laaah,, banyakin dikit napa??
GUE     : ya’elaaah yang dua ntu aja mikirnya lama banget,,, elu ngertiin gue dikit napa sih?? maklumlah, ini kan pengalaman pertama gue bikin tulisan buat konsumsi publik.. <pede banget,, kaya ada orang yang mo baca aja>
AKU     : hehehehe,,, oke..oke.. Nah, ya udah sekarang temanya udah ada dan udah ditentuin.. so, tunggu apalagi.. tinggal tulis aja..
GUE     : ya iya gue juga tau tinggal ditulis ajah...cuman....
AKU     : waduh, cuman kenapa lagi?
GUE     : betewe eniwei baswei, kira-kira tulisan gue ntar layak baca ngga ya? gue kan malu kalo tulisan gue ntar dikatain tulisan ga mutu...
AKU     : yah, bagus ngga bagus kan relatip,, tiap orang pasti punya penilaian masing-masing..
GUE     : iya juga siiih
AKU     : eh, emang pernah ada orang laen yang bilang tulisanmu ngga mutu?
GUE     : ngga juga sih,,,
AKU     : lah, trus nape lu udah parno gitu??
GUE     : ya bukannya apa-apa sih, lu kan tau ndiri kalo selama ini nilai ngarang gue dapetnya selalu pas-pasan...
AKU     : aah, itu cuma perasaan lu aja... masa sih SELALU dapet nilai pas-pasan?? coba diinget-inget lagi deh,, pernah ngga lu ngerjain tugas yang pake ngarang trus lu dapet nilai lumayan bagus daripada biasanya?
GUE     : mmmm...ada sih... tugas akhir kuliah gue kemaren dapet nilai A... gue juga ga nyangka dapet nilai segitu... hehehe...
AKU     : naah,, tuh buktinya lu pernah dapet A... berarti elu mampu donk..
GUE     : seharusnya begitu,,, cuman koq sekarang rasanya beda...
AKU     : bedanya di mana?
GUE     : waktu bikin tugas akhir kuliah dulu, posisi gue lagi kepepet... kalo gue ga ngumpulin tugas akhir gara-gara gue kagak pinter ngarang, gue bisa terancam Drop Out... trus kebetulan juga gue dapet dosen pembimbing yang perfeksionis abis,,, kalo gue ga bikin tulisan yang “bagus”, gue pasti dikasih nilai jelek,, trus kalo nilai tugas akhir gue jelek ntar imbasnya IP gue ikutan nyungsep... nah, kalo IP dah nyungsep kemungkinan terburuknya gue dapet penempatan di pulau terpencil yg ga keliatan di peta Indonesia... idiiiiih...serraaammmm... akhirnya, mau ga mau gue puter otak...& alhamdulillah berhasil dengan sukses... hahahaha..
AKU     : oooo... jadi intinya the power of KEPEPET nih??? <itu nama judul buku bukan ya?>
GUE     : yeah,, boleh dibilang begitu sih... kata pepatah kan kalo udah kepepet, apa aja jadi  mungkin...
J
AKU     : kata pepatah mana tuh? kata elu sendiri kaleeee...
GUE     : hahahaha... iya,, itu kata-kata gue sendiri... bijak juga ya gue,, <mulai narsis>
AKU     : nah,, kalo sekarang lu ngga lagi kepepet... ya, lu bikin aja kondisi kepepet...
GUE     : lah gimana ceritanya tuh?
AKU     : yah, masa lu dah amnesia sih ama materi NLP yang udah elu dapet??? lah, tema yang mo lu pake buat tulisan elu tuh apa donK?
GUE     : *ting*.... hahahaha... iya yah... KRISIS
èKRITISèKREATIF... di kala kondisi lagi KRISIS maka buatlah kondisi KRITIS sehingga muncullah KREATIF... ya ampyuuuuun,,, mikirnya kemane-mane... lah solusinya udah di depan mata.. hahahaha... bego banget sih gue!!!
AKU     : hahahaha... emang lu bego stadium lanjuT!!!wkwkwkwk.... oke... oke... mari kembali ke laptooop..
GUE     : oke,, jadiii... sekarang kondisi KRISISnya adalah gue ngerasa susaaaah banget bikin tulisan gara-gara parno ntar tulisan gue dikatain ga mutu...ya, maklumlah kan pengalaman pertama kali...
AKU     : yupz, trus bikin kondisi KRITISnya... apa yang BURUK dan TERBURUKnya...??
GUE     : hmmm.... ???? kalo gue terus-terusan parno ntar jadinya gue ga jadi nulis... kalo gue ga jadi nulis ntar gue malah dikatain orang ga bermutu... masa udah mahal-mahal ikutan training NLP kemana-mana ngabisin duit tabungan, ilmu kagak pernah dipraktekin, trus bikin tulisan minimal 2 halaman aja ga mampu... hah,, malu-maluiiiin...
AKU     : haha... iya, malu-maluin abisss... so??
GUE     : jadi yaaa solusinya gue harus memulai menulis...hehe.. tapi koq masih ada perasaan berat ya??
AKU     : mmm.. coba deh kata HARUS diganti kata PERLU atau BUTUH..trus rasain bedanya...
GUE     : mmm,, oke... gue PERLU mulai menulis...
<sesaat kemudian>..
GUE     : hehe,, rasanya sekarang jadi lebih ringan... trus gue juga kepikiran sesuatu....
AKU     : apaan tuh??
GUE     : gue kepikiran mo mengabadikan pembicaraan konyol ini dalam sebuah tulisan...
AKU     : hah, boleh juga tuh... lumayan...
GUE     : wah,, mandadak dunia jadi cerah gini yak??
AKU     : ya baguslah...begitulah rasanya kalau PIKIRAN dan PERASAAN BERSATU... trus lu masih parno ngga??
GUE     : hehe... bodo amat ma parno... lagian itu kan bukan kejadian sekarang,, kaya’ lagunya The Cranberries tuh... “just my imagination”... hahaha.. mo ampe kapan gue hidup dalam fatamorgana mulu.. sekarang gue butuh nulis... orang ntar mo komentar apa tentang tulisan gue ya terserah aja... nulis ya nulis aja,, yang penting niat gue buat berbagi pengalaman kesampean..
AKU     : gyahahahaha...napa ga dari dulu-dulu seh,... goblok koq dipiara...
GUE     : iye ye,,
<< Ya Alloh Gusti,,, ampuni hambamu yang bodoh dan tak tahu diri ini...>>  

nah, sekian dulu perbincangan konyol dengan diri sendiri. Semoga yang membaca dapat mengambil manfaatnya.. kalo ngga ngerti ya salah sendiri kagak ngerti... hahahaha...kesalahan bukan pada penulis... :D
Salam Perubahan..
 
SUTE Blogger Template by Ipietoon Blogger Template