Kamis, 10 November 2011

SUHENG DAN SUTE

Seorang teman bertanya kepada saya tentang alasan saya menggunakan username LadySute pada akun twitter maupun judul blog saya. Mungkin cerita berikut dapat memberikan gambaran tentang makna dibalik nama Sute. Kira-kira begini ceritanya:

Dua orang biksu Shaolin, Suheng dan Sute, dalam perjalanan pulang kembali ke biara, bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita di tepi sungai. Seperti mereka, wanita itu pun ingin menyeberangi sungai. Sayang, airnya terlalu tinggi. Maka Suheng pun menggendongnya sampai ke seberang.

Biksu yang satunya, Sute, sungguh-sungguh merasa mendapat batu sandungan. Selama dua jam penuh mencaci maki Suheng karena lengah mematuhi Peraturan Suci: Apakah ia lupa, bahwa ia seorang biksu? Bagaimana ia sampai-sampai berani menyentuh seorang wanita? Dan lebih lagi menggendongnya menyeberang sungai? Lalu bagaimana kata orang nanti? Apakah ia tidak merendahkan martabat agamanya? Dan begitu seterusnya.

Suheng dengan sabar mendengarkan khotbah yang tak habis-habisnya itu. Akhirnya ia menyela: “Kawanku, aku sudah meninggalkan wanita tadi di pinggir sungai. Megapa engkau masih tetap menggendongnya sampai saat ini?”

Tentunya setiap orang termasuk saya,mempunyai makna tersendiri mengenai cerita tersebut. Nah, kira-kira apa makna dari cerita tersebut bagi Anda?

http://suheng.tumblr.com/
 
SUTE Blogger Template by Ipietoon Blogger Template